Liputan
Kunjungan Studi Banding Himpunan Fisika UNPAD
Jun 15th
Oleh : Anisa Fadila
(Div. Eksternal – PR Lab)
Hima Humas mendapat kunjungan studi banding dari Himpunan Fisika (Hifi) Unpad yang bertempat di Aula Moestopo Fikom Unpad pada 10 Juni 2011 lalu. Kunjungan yang dihadiri oleh 22 pengurus Hifi dan sekitar 30 orang dari Hima Humas dimulai pukul 16.30 – 17.45 WIB.
Kunjungan Hifi ini bertujuan mengetahui proker-proker apa saja yang dilaksanakan oleh Hima Humas, terutama proker-proker yang menyangkut di bidang seni. Menurut pengakuan Gilang Ramdhany (Fisika 2009) selaku ketua Hifi, kegiatan Hifi di bidang seni masih kurang. Untuk itu mereka ingin mencari tahu lebih dalam mengenai hal tersebut pada Hima Humas.
Acara studi banding dimulai oleh Ega Salistya (Humas 2008) selaku ketua Hima Humas yang mempresentasikan kepengurusan Hima Humas beserta proker-prokernya. Setelah itu, disusul dengan presentasi kepengurusan Hifi oleh Gilang Ramdhany. Gilang menjelaskan tentang divisi – divisi yang ada di Hifi lengkap dengan jobdesc-nya. Setelah kedua himpunan selesai presentasi, diadakan sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan – pertanyaan yang diajukan, baik dari anggota Hifi maupun anggota Hima Humas sendiri. Beberapa pengurus Hifi mengajukan pertanyaan mengenai kegiatan yang berkaitan dengan minat dan bakat serta bagaimana pemasukan biaya dalam setiap kegiatan. Begitu pula pengurus Hima Humas yang menanyakan tentang kegiatan – kegiatan Hifi.
Studi banding merupakan salah satu program kerja dari divisi eksternal bagian mahasiswa dan advokasi. Acara berjalan dengan lancar dan sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif. Penampilan dari Maroon Coustic dan foto bersama menjadi penutup kegiatan. Adanya studi banding ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara Hima Humas dan Hifi serta tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti tercipta kerja sama yang baik antar keduanya.
Latihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi
May 20th
oleh Elfrinica Ocktarina
Cileunyi (12-13/5) Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat (Hima Humas) Fikom Unpad 2011-2012 melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi (LDKO) yang bertemakan Twilight “Together We Build Leadership as Maroon Generation” di Villa Wakil Walikota Bandung yang bertempat di Cileunyi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Hima Humas dalam rangka menyambut sekaligus memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai organisasi dan kepemimpinan kepada keluarga baru kepengurusan Hima Humas periode 2011-2012. Acara ini dimulai dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB keesokan harinya. Melalui acara ini diharapkan pula menambah semangat dan motivasi serta gambaran akan Hima Humas itu sendiri.
Dalam acara ini, Pak Ayi Vivananda selaku Wakil Walikota Bandung datang pada pukul 23.30 WIB bersama istri tercinta, Ibu Erika. Beliau duduk bersama keluarga besar Hima Humas selama kurang lebih satu jam dan berbagi pengalaman organisasi dan kepemimpinannya di organisasi sepanjang hidupnya. Beliau berpesan bahwa suatu organisasi itu bukan hanya nama, tapi organisasi hidup dari adanya cita-cita para anggotanya. Seperti halnya Hima Humas yang memiliki tanggungjawab untuk menjadikan anggotanya menjadi praktisi PR (Public Relations) yang hebat. Satu kalimat petuah yang dapat dikutip dari beliau yaitu pengalaman sepahit apapun akan menjadi batu permata di kemudian hari.
Musyawarah Besar: Akhir Kepengurusan 2010-2011
Apr 29th
oleh Akhmad Fauzi
Musyawarah Besar (Mubes) Hima Humas merupakan forum tertinggi dalam Himas Humas yang diadakan selama satu tahun sekali dalam satu kepengurusan. Didalamnya terdapat pembahasan mengenai AD/ART Hima Humas, pertanggungjawaban kepengurusan hima, dan pelantikan ketua hima baru terpilih. Mubes Hima Humas periode 2010-2011 dilaksanakan pada Sabtu, 9 April 2011, bertempat di ruang Oemi Abdurachman Fikom Unpad. Berdasarkan jadwal, acara seharusnya dimulai pukul 19.00 WIB, namun sayangnya mengalami keterlambatan sehingga dimulai terlalu larut, yaitu pukul 22.00 WIB. Mubes ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus hima periode 2010-2011 saja, tetapi juga angkatan 2007 yang tidak menjabat, angkatan 2008 dan 2009 yang tentunya akan menjadi pengurus hima selanjutnya, serta alumni.
Diawali dengan pembacaan dan pembahasan tata tertib mubes kemudian dilanjutkan dengan agenda pertanggungjawaban LPJ. Pembacaan LPJ per divisi baru dimulai pukul 23.00 WIB. Saat pembacaan LPJ, forum sangat tidak kondusif. Jumlah forum yang hadir semakin berkurang, serta banyak peserta forum yang berjalan-jalan di dalam ruangan. Banyaknya LPJ yang harus dibacakan juga turut memperlambat jalannya mubes, sehingga pembacaan LPJ baru selesai pukul 02.00 WIB.
Setelah itu, diadakan sesi tanya jawab LPJ pengurus Hima Humas periode 2010-2011. Terjadi debat panjang dalam sesi tanya jawab ini. Angkatan 2008 yang paling terlibat secara langsung dalam kepengurusan 2010-2011 banyak mempertanyakan proker-proker yang telah dilaksanakan oleh Angkatan 2007 tersebut. Ternyata, angkatan 2008 menyimpan banyak uneg-uneg selama kepengurusan. Walaupun suasana sempat dingin selama debat berlangsung, namun akhirnya kesalahpahaman yang terjadi dapat teratasi. Sesi yang cukup panjang ini membuat presidium mengambil tindakan untuk mengakhirinya pukul 04.00 WIB berdasarkan kesepakatan forum.
Di akhir pertanggungjawaban, diadakan penilaian terhadap kepengurusan Hima Humas periode 2010-2011 atas apa yang mereka lakukan satu tahun kepengurusan. Di tengah penilaian, peserta mulai tidak konsentrasi, sehingga penilaian baru selesai pukul 07.00 WIB dengan nilai 73,6% (baik) pada kepengurusan 2010-2011.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan SOP keuangan dan kewirausahaan serta kesekretariatan oleh Rangga, Puri, Fifie dan Tyo. Forum sepakat untuk menggunakan rancangan SOP yang telah dipresentasikan tersebut. Agenda mubes berlanjut dengan pengesahan AD/ART. Pada agenda ini sempat terjadi perdebatan alot mengenai sifat anggota, lambang, serta tugas dan wewenang mubes. Agenda baru selesai pukul 12.00 WIB.
Tiba waktunya bargain bagi kepengurusan Hima Humas periode 2011/2012. Sama seperti agenda-agenda sebelumnya, agenda ini juga berlangsung lambat, bahkan poin pertama dihabiskan dalam waktu satu jam karena terjadi perdebatan yang tak kunjung menghasilkan jalan keluar.
Di akhir acara, Ega Salistya selaku ketua Hima Humas terpilih periode 2011-2012 resmi dilantik oleh R. Rangga Heryadi yang menyerahkan tampuk kepengurusan Hima Humas kepada rekan-rekan 2008 dan 2009.
“Keberhasilan Bukanlah Keberuntungan, Melainkan Kemauan”
Mar 14th
Oleh: Arshindy Amaliza Nuradi
Suasana tegang saat pengumuman pemenang. Ketika Unpad disebut sebagai juara 1, berbagai ungkapan kebahagiaan yang mengharukan tertuang di ruangan itu. Seperti itulah yang dapat digambarkan saat pengumuman pemenang kompetisi PR Vaganza di Universitas Indonesia dalam “Pekan Komunikasi Universitas Indonesia 2011” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI (HMIK UI), Selasa (8/11) lalu. Teriakan nama Humas Fikom Unpad terdengar keras diruangan itu. Tangis kebahagiaan juga tidak terbendung lagi. Merekalah Ari Gumilar Akbar, Deddy Poernama Shakti, dan Pristie Aprilla Putri, keluarga baru Hima Humas angkatan 2009 yang telah mengharumkan nama Fikom Unpad Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat.
Awalnya, mereka tidak begitu serius untuk mengikuti kompetisi ini. Mereka hanya melakukan persiapan dengan persentasi dan screening dengan Bapak Anwar Sani dan Bapak Fx. Ari Agung Prastowo. Selain itu, tidak ada persiapan khusus yang mereka lakukan. Humas mengirimkan lima tim untuk mengikuti kompetisi ini. Setelah seleksi tahap pertama, terpilihlah dua tim yang lolos ke 15 besar dan berangkat ke UI. Namun tim Ari, Deddy, dan Pristie inilah yang masuk ke babak final di lima besar dan menjadi juara 1.
Pada seleksi awal, mereka membuat proposal “Crisis Management : Social Media Disaster”. Mereka mengangkat kasus Ariel-Peterpan yang sempat heboh di twitter. Proposal inilah yang membawa mereka ke 15 besar dan megikuti seleksi berikutnya di UI. Pada seleksi berikutnya, lima belas semifinalis diberikan satu kasus untuk diselesaikan. Waktu yang diberikan hanya satu jam dan tidak boleh menggunakan gadget, hanya bermodalkan satu kertas data yang diberikan panitia. Kasus yang harus diselesaikan adalah mengenai Alanda Kariza, mahasiswi yang menulis curhatan di blog mengenai ibunya yang menjadi terdakwa kasus Bank Century. “Waktu di jurusan, kasus-kasus yang dijadikan latihan justru kasus-kasus lain seperi Bakteri Sakazakii dan PSSI. Kasus mengenai Alanda ini tidak terpikirkan sebelumnya sehingga tidak ada persiapan. Tetapi untungnya kami dapat mengatasinya dengan baik”, jelas Ari.
Program yang mereka buat untuk kasus ini adalah dengan mengadakan acara “Hari untuk Alanda”. Acara yang diadakan di kampus Alanda, Bina Nusantara, bertujuan untuk mengembalikan nama baik Alanda di mata teman-temannya. Dalam acara ini juga mereka menjual balon yang melambangkan keceriaan adik-adik Alanda. Hasil penjualan balon ini bukan untuk Alanda melainkan untuk orang-orang yang memiliki nasib yang sama dengan Alanda. Selain itu juga ada program pengiriman surat “Dari Alanda Untuk Presiden” dan #alandauntukibu sebagai trending topic di twitter. Menurut Bapak Ari Agung, program-program yang mereka buat benar-benar program komunikasi. Peserta lain mengangkat hukum sebagai penyelesaian kasus, hanya tim ini yang mengangkat citra. Tidak hanya itu, program yang mereka buat juga orisinal. Bapak Anwar Sani menambahkan, justru karena Ary, Deddy, dan Pristie masih baru di Humas, pikiran mereka belum terkotak-kotak dengan pemikiran yang konseptual. Sehingga mereka dapat membuat ide-ide yang kreatif. Bukan berarti konsep tidak penting, tetapi ini yang mungkin menjadi pertimbangan juri menjadikan mereka sebagai juara kompetesi ini.
Deddy mengatakan, program-program tersebut mucul begitu saja. Bahkan dana program mereka yang hanya Rp160.000,00 sempat dipermasalahkan juri. “Uangnya hanya untuk keperluan spidol dan lain-lain untuk mencari dukungan bagi Alanda”, katanya. Namun, salah satu dewan juri, Ong Hock Chuan (Technical Advisor Maverick PR Consultant), sempat memuji program mereka. Bahkan mereka mendapat kesempatan untuk magang di Maverick. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ari, Deddy, dan Pristie. Sekalipun begitu, Bapak Ari Agung mengatakan, ini juga menjadi masukan tersendiri bagi jurusan dan hima. Bila ada kompetisi serupa, harus ditelaah lebih jauh apakah juri menilai dari segi konseptual atau ide kreatif, sehingga dapat menyusun strategi-strategi yang efektif.
Mereka merupakan peserta termuda dalam kompetisi ini. Lawan-lawannya adalah angkatan 2006 sampai 2008. Dari segi konsep dan metode, mereka mengakui masih banyak kekurangan. Namun mereka tidak takut atau terbebani dan tetap rileks serta optimis. Dari segi manner, mereka yakin yang terbaik. Peserta lain sempat meremehkan mereka. “Mereka bilang PR saat ini tidak hanya mementingkan penampilan. Tapi kami membuktikan bahwa tidak hanya otak yang penting bagi PR, penampilan juga. Kami bersyukur banget dapat pembelajaran ini dari PRO (Public Relation Orientation)”, jelas Ari.
Mereka selalu saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. “Aku orangnya panikan, untung saja Ari dan Deddy pembawaannya tenang jadi bisa mengimbangi”, kata Pristie menjelaskan kekompakan mereka. Keberhasilan mereka bukan berarti tanpa hambatan. Hambatan teknis sempat membuat mereka panik, tapi hal itu dapat teratasi karena kerjasama yang baik.
Ari, Deddy, dan Pristie mengatakan, keberhasilan mereka tidak terlepas dari dukungan Jurusan dan Hima Humas. “Terimakasih kepada Pak Ari, Pak Sani, Mas Kiting, Mas Welly, Mbak Edith, Mas Ijo, Mas Ongky, Mas Yusri, Mas Nugi, Mbak Fifie, Mbak Vita, Humas 09 terutama Ariza, Nada, dan Nisa sebagai rekan seperjuangan di UI. Kepada seluruh keluarga besar Humas, terimakasih atas dukungannya”.
Banyak yang mereka dapat dengan mengikuti kompetisi ini. Ada ilmu yang tidak diperoleh di kampus mereka temukan disini. Wawasan mengenai PR jadi lebih terbuka. Mereka juga merasakan suasana menegangkan dalam kompetisi sebagai keasyikan tersendiri. Bahkan, Deddy merasa kurang puas dan ingin merasakan kembali suasana itu. “Dari perasaan gelisah sampai kekeluargaan yang erat, semuanya ada”, katanya. Kemenangan ini menjadi pembuktian diri bagi mereka. Namun, mereka tidak menginginkan terjadi perubahan dalam pribadi masing-masing. “Situasi yang ‘mendadak artis’ seperti ini justru harus membuat kita waspada. Kita tidak boleh sombong dan harus pandai bersyukur, inilah yang sulit. Kita tetap harus menjadi diri sendiri”, jelas Pristie.
Mereka berharap kemenangan ini dapat memotivasi rekan Humas yang lain untuk berani berkompetisi. “Menang itu bukan karena faktor keberuntungan, tapi karena usaha dan kemauan yang kuat”, kata Ari. Mereka juga berharap Hima Humas kelak dapat mengadakan kompetisi serupa.
Bapak Ari dan Bapak Sani yang melihat perkembangan mereka dari awal berpesan, mereka harus membuktikan mereka pantas meraih kemenangan ini. Hal ini juga harus menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lain untuk berani berkompetisi. “Semua orang memiliki peluang yang sama, tidak akan ada perlakuan istimewa bila kelak ada kompetisi yang serupa. Semuanya mulai dari nol”, jelas Pak Ari.
DATA DIRI
- Ari Gumilar Akbar
Humas C 2009
Twitter: @ariefison
Facebook: Ari Gumilar Akbar Efison
- Deddy Poernama Shakti
Humas B 2009
Twitter: @deddyps
Facebook: Deddy Poernama Shakti
- Pristie Aprilla Putri
Humas C 2009
Twitter: @pristyyy
Facebook: Pristie Aprilla Putri





