Artikel

Pemilihan Jurusan Angkatan 2009

Pemilihan Jurusan Angkatan 2009

Oleh : Silvana Radityo Putri

Div. Eksternal Hima Humas

Seperti yang kita tahu, setiap tahun Fikom Unpad menyelenggarakan pemilihan jurusan untuk mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom). Setiap mahasiswa diberikan 3 pilihan jurusan, yaitu : Ilmu Hubungan Masyarakat (Humas), Manajemen Komunikasi (Mankom), dan Ilmu Jurnalistik. Tahun ini, giliran mahasiswa angkatan 2009 memilih. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jurusan humas selalu paling banyak diminati oleh mahasiswa Ilkom.

Dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang terdaftar yaitu 300 orang, diperoleh data : 97 orang memilih jurusan humas, 66 orang memilih jurusan mankom, 57 memililih jurusan jurnalistik, dan 15 orang sisanya belum mengembalikan formulir pemilihan jurusan (data diambil : 3 Agustus 2010). Dapat dilihat bahwa jurusan humas menarik lebih banyak mahasiswa dibanding jurusan lain. Tetapi, dibandingkan dengan tahun lalu (2008) jumlah ini berkurang cukup banyak. Secara kualitas, jurusan humas tetap menduduki peringkat satu dengan peminat terbanyak, namun secara kuantitas, jurusan humas berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Data mahasiswa tahun 2008 menyebutkan dari keseluruhan jumlah mahasiswa yang terdaftar yaitu 354 orang, 121 orang memilih jurusan humas, 107 orang memilih jurusan mankom, dan 31 orang memilih jurusan jurnalistik. Pengurangan ini terjadi karena berbagai faktor dan faktor yang paling jelas terlihat adalah jumlah mahasiswa 2008 yang memang lebih banyak dari jumlah mahasiswa 2009.

Namun ada yang menarik dari pemilihan jurusan tahun 2009 ini. Pembagian jurusan tahun ini terlihat lebih merata dan tidak terkesan satu jurusan mendominasi jurusan yang lain. Jurusan jurnalistik yang biasanya tidak terlalu banyak peminatnya, tahun ini meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu hanya terdapat satu kelas jurusan jurnalistik, tahun ini menjadi 2 kelas. Sebaliknya dengan jurusan mankom, terjadi penurunan jumlah peminat yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun lalu.

Terkait dengan peningkatan jumlah mahasiswa jurusan jurnalistik, Pak Ari mengatakan fenomena ini cukup menarik. Ada satu alasan kuat mengapa jurnalistik sangat diminati, yaitu peran media. Saat ini media sedang naik daun dan juga memegang fungsi dan peranan yang penting. Media mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap banyak aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, sampai lifestyle. Tidak heran jika jurusan jurnalistik sebagai jurusan yang sangat dekat dan bersentuhan langsung dengan media menjadi sangat diminati.

Untuk jurusan humas sendiri, Pak Ari menyebutkan tiga faktor menurunnya jumlah mahasiswa peminat jurusan humas. Faktor pertama adalah perkembangan media seperti yang sudah disebutkan diatas yang menyebabkan peminat jurusan jurnal menjadi lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kedua, adalah dosen pengajar pada mata kuliah pengantar humas. Tidak dapat dipungkiri bahwa dosen pengajar mata kuliah pengantar sangat mempengaruhi mahasiswa. Sebagai contoh untuk kelas ilkom angkatan 2009 yang diajar oleh Bu Susan, hampir seluruh siswa dari kelas tersebut, memilih untuk masuk jurusan humas. Ketiga, adalah sosialisai jurusan. Jurusan humas mengakui bahwa memang banyak kekurangan dalam sosialisasi jurusan humas. Hal ini dikatakan oleh Pak Ari. Dalam kegiatan sosialisasi, jurusan mankom dan jurnalistik selalu lebih menarik. Padahal untuk angkatan 2009, sosialisasi adalah hal yang sangat penting dan sangat menentukan pilihan mereka. Pada sosialisai ini mereka jauh lebih tertarik pada jurusan yang sosialisasinya menarik. Hal inilah yang menjadi kekurangan jurusan humas. Kedepan, jurusan humas akan melakukan banyak pembenahan-pembenahan dalam hal yang kurang. Nantinya, untuk dosen pengajar mata kuliah pengantar humas akan dipilih dosen yang benar-benar bisa menarik minat mahasiswa untuk masuk jurusan humas. Sedangkan dalam hal sosialisasi, jurusan sangat mengharapkan partisipasi mahasiswa-mahasiswa yang sudah terlebih dahulu masuk jurusan humas untuk hadir di acara sosialisasi dan membuat sesuatu kegiatan agar sosialisai jurusan humas bisa lebih menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang pada akhirnya akan menarik minat mahasiswa ilkom untuk masuk ke dalam jurusan humas.

Narasumber : Ari Agung Prastowo

Dosen Jurusan Humas

Selamat Jalan Gadis

Hima Humas, Bendera Setengah Tiang

Selamat Jalan Gadis

Oleh : Yogi Ambara

Di Cibureuy, Trisya Utami (Gadis) sahabat kita diabadikan. 25 Juli 2010, setelah 22 tahun kehidupannya, Gadis menghembuskan nafas terakhirnya. Tubuh mungilnya tidak kuasa lagi menahan kanker paru-paru yang menggerogoti. Dan sekarang, sosoknya yang  ulet, bertenaga, cerewet tidak akan pernah kita temui lagi dalam balutan tubuh mungilnya.

Hima Humas patut berterima kasih pada almarhum. Kepala Divisi Keuangan periode 2009-2010 (kepengurusan Manda) adalah jabatan terakhir yang dia emban. Pengabdian terakhirnya untuk kejayaan Hima Humas. Seorang bendahara yang sangat menghargai uang dan cenderung pelit. Itu yang bisa saya gambarkan saat dia menjabat. Perlu sederet interview dia lancarkan sebelum mengeluarkan uang.  Terakhir kali, almarhum sempat menyiksa pengurus 09-10 (terutama yang laki-laki) untuk berjualan baju di ciwalk. Terakhir kali darah saya naik sampai ubun-ubun, waktu almarhum tidak berhasil – berhasil mendownload desain baju Hima Humas.

Setahun sebelumnya, Bagian Kemahasiswaan dan Advokasi sempat meminjam tenaganya. Pontang-panting almarhum bersama rekan-rekannya meloloskan proker “Studi Banding Malaysia”. PRO 2008, akan selalu mengenang almarhum. Malam terakhir alamarhum menggegerkan gedung I Fikom Unpad dengan teriakannya. Kelelahan menjalani tugas sebagai seksi konsumsi, almarhum tak kuasa menahan serbuan dunia lain.

Almarhum sempat dirujuk ke RSHS Bandung setelah sebelumnya dirawat intensif di RS. Al Islam. Almarhum lebih memilih RSHS sebagai tempat menghembuskan nafas terakhir. Masih subuh, kediaman Gadis di Pinus Regency Soekarno hatta sudah mulai dipenuhi teman-temannya yang ingin melihat Gadis untuk kali terakhir. Semakin siang, semakin penuh rumah almarhum.

Iring-iringan panjang mengantar Gadis sampai pemakaman. Berdiri di sekeliling almarhum, Orang Tua, Keluarga, teman-teman Humas, teman-teman Mankom, teman-teman Beswan Djarum, termasuk Pa Ari ikut mengantar almarhum memasuki “rumah barunya”. Isak tangis mengiringi kepergian sahabat kita ini.

Semua yang sudah almarhum berikan di dunia ini adalah yang terbaik dari dirinya.  Tubuhnya yang mungil memang tidak akan kita lihat lagi, namun jiwanya masih hidup bersama kita. Pengorbanannya di Hima Humas selama ini harus dibayar lunas oleh penerusnya. Bendera setengah tiang untuk Hima Humas dan 2006.

Kami akan selalu mengenangmu, sebagai Gadis yang ulet, Gadis yang lincah, Gadis yang siap bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

Rest In Peace

Trisya Utami (Gadis)

19/05/2010 – 25/07/2010

IMG_4292


Latar Pendidikan bukan Penentu Kesuksesan

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN BUKAN PENENTU KESUKSESAN

Oleh : Afif Luthfi

Anda mungkin pernah menolak suatu peluang karena latar pendidikan yang tidak cocok. Atau mungkin Anda pernah merasa pantas gagal karena bidang yang Anda geluti berbeda dengan bidang studi ? Siapapun yang merasa bahwa latar belakang adalah penentu kesuksesan sebaiknya belajar dari orang-orang ini:

Read the rest of this entry »

Trend Baru Dunia Public Relations

Situs Jejaring Sosial, Trend Baru Dunia Public Relations

Oleh : Bagian Komunitas PR

Dunia komunikasi dan Public Relations (PR) khususnya kini dikejutkan dengan kekuatan sebuah media online baru bernama  situs jejaring sosial. Kian terbiasanya masyarakat dengan internet, ditambah berbagai kemudahan yang diberikan situs jejaring melalui fitur-fiturnya membuat situs jejaring sosial menjadi semakin populer di masyarakat. Kini situs jejaring sosial tidak hanya milik golongan tertentu, tapi telah mewabah ke seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran situs jejaring sosial kian menambah kerja praktisi PR. Tentu kita  masih ingat tentang dukungan masyarakat Indonesia terhadap Prita melalui situs jejaring sosial facebook. Bahkan kabarnya Barack Obama “memasarkan” dirinya melalui berbagai macam situs jejaring sosial dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat. Gelombang dukungan tersebutlah yang perlu dimanfaatkan berikut juga diwaspadai oleh praktisi PR.

Sekarang, konsumen bebas “berteriak” tentang kebaikan atau malah keburukan sebuah produk atau brand di situs jejaring sosial.. Konsumen yang bergabung di media sosial tidak butuh bahasa yang manis dan formal ala siaran pers. Yang mereka butuhkan adalah juru bicara perusahaan yang mengerti kebutuhan mereka dan sekaligus merespon keluhan mereka secepat mungkin bahkan secara langsung kalau memungkinkan.. Tentu saja, ini bukan pekerjaan mudah. Apalagi praktisi PR wajib “berbicara” sesuai brand personality yang diwakilinya.

Dengan adanya situs jejaring sosial ini, Public Relations tidak lagi bisa menggunakan cara konvensional dengan menutupi keburukan dan memolesi citra suatu perusahaan, mengadakan jumpa pers dengan wartawan. Atau dengan membuat iklan yang sangat banyak di media-media cetak.

Saat ini citra yang praktisi PR coba bangun dengan cara konvensioanal akan segera terhapus dengan beredarnya komentar, cerita, ataupun sharing pengguna dengan pengguna lainnya dalam suatu situs jejaring sosial. PR harus menggunakan media sosial baru ini sebagai wadah atau alat yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada publiknya.

Pada prinsipnya, kini PR harus menyadari pentingnya partisipasi dalam dialog yang berjalan dalam jaringan-jaringan komunitas di dunia. Peluang baru PR di masa depan perlu dikembangkan dengan memperhatikan perkembangan komunitas pengamat industri melalui media online.

.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes