Archive for April, 2010
Focus Group Discussion (FGD)
Apr 16th
Focus Group Discussion (FGD)
Oleh : PR Community
Bagian Komunitas PR mungkin masih asing terdengar di telinga Masyarakat Humas Fikom Unpad. Salah satu anak cabang dari Divisi Eksternal ini memang jarang terdengar gaungnya di Media Maroon. Tapi di luar Media Maroon, bagian ini terus bergeliat sesuai jobdesknya yaitu :
- Menyiapkan pondasi dan sistem yang tepat yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mewujudkan Hima Humas Fikom Unpad sebagai semi PR Consultant.
- Memberikan pelatihan–pelatihan non keorganisasian mengenai PR Consultant, bagaimana kinerja PR dan problem solving yang dilakukan PR consultant.
- Memperdalam ilmu dan teori yang didapat di perkuliahan untuk dibahas kembali di Hima.
Salah satu proker dari Komunitas PR adalah Focus Group Discussion biasa disingkat FGD. FGD adalah sebuah diskusi kecil yang membahas suatu tema khusus mengenai ilmu-ilmu dasar PR, kasus-kasus PR, jurnal Komunikasi dan PR Writing. FGD dilakukan di kampus, kafe, taman, dan sebagainya, yang penting tempat tersebut nyaman untuk melakukan diskusi kecil ini.
Kegunaan dari FGD yaitu meningkatkan kognisi anggota Komunitas PR tentang PR. Oleh karena itu, keuntungan bagi kalian yang menjadi anggota Komunitas PR adalah kalian dapat menggali ilmu sedalam-dalamnya tentang PR dengan sharing dan diskusi di FGD ini.
Rabu, 17 Desember 2009, bertempat di Rumah Makan Ampera Ikopin, Komunitas PR mengadakan FGD yang kedua. FGD kali ini mengangkat tema Cyber PR. Berikut merupakan kesimpulan yang didapat tentang Cyber PR
Cyber PR adalah suatu bentuk kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh PR dengan sarana media elektronik dalam hal ini adalah internet, yang berguna untuk membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan (trust), pemahaman, citra perusahaan/organisasi kepada public/khalayak dan dapat dilakukan secara cepat yang bersifat interaktif.
Manfaat Cyber PR antara lain adalah: dapat menjalin hubungan yang baik dengan berbagai media melalui media center online, dapat membangun digital brand images, dapat digunakan sebagai sarana komunikasi mitra bisnis internasional dengan biaya yang relatif minim, hal ini tidak mudah dilakukan di PR konvensional. Feedback dapat langsung diperoleh dari publik, dan dapat langsung memperoleh keinginan-keinginan publik tanpa harus menebak dan melakukan riset, sehingga akan lebih menekan biaya dan lebih cepat.
Sementara, hambatan bagi perkembangan Cyber PR, adalah : kadang publik membutuhkan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya dibanding dunia maya yang disuguhkan seperti di intenet. Tidak semua public mengerti bagaimana menggunakan internet, bahkan masih banyak kelompok masyarakat yang belum bisa menggunakan internet. Dan organisasi atau perusahaan tidak bisa mengelompokkan bahwasanya semua kriteria publik itu sama. Padahal tidak semua tingkat pendidikan publik itu sama.
Dunia Public Relations Sesungguhnya
Apr 16th
Dunia Kerja Public Relations yang Sesungguhnya
Oleh Fadilla R.
Sejak semester ganjil lalu, beberapa Mahasiswa Humas Angkatan 2006 sudah mulai menjalani masa Job Training di perusahaan tertentu. Raden Fatia Hadinillah Taufik alias Dini adalah salah satunya. Dara cantik ini memilih Bank sebagai tempat Job Training nya.
Awalnya, Dini berkeinginan untuk Job Training di Konsultan PR. Namun, jadwal Job Training di Konsultan PR tersebut tidak cocok dengan keinginan Dini yang menginginkan Job Training bulan Desember –Januari ini. Setelah mencari info melalui rekan, saudara, ataupun senior dan menjalani proses Interview, akhirnya, Dini menjalani Job Training di Bank hingga bulan Februari. Dini memilih divisi Marketing Komunikasi.
Selama bergabung di Divisi Marketing Komunikasi “Marketing and Brand Awareness (MBA)”, Dini merasakan suasana yang nyaman untuk bekerja. Tidak ada batasan kaku antara Senior dan Junior. Dini bebas bertanya dan staff Divisi Marketing Komunikasi mau berbagi pengalaman sehingga dapat banyak pembelajaran, terutama mengenai Marketing PR.
Dini merasa sangat senang ketika Dini dilibatkan dalam program mulai dari planning, organizing, actuating, controlling, dan evaluating. Dini juga dilibatkan dalam briefing dan meeting penting. Karena senang dan excited menjalani hari-harinya, Dini tidak banyak merasakan dukanya. Hanya di awal saja, ketika Dini harus berangkat Subuh untuk menghindari macet, harus meeting di luar kota seharian, dan dikejar deadline. Namun, ketika terbiasa semua terasa menyenangkan bagi Dini. Dari pengalaman Job Trainingnya, Dini berpesan untuk kita yang akan menjalani Job Training: “Buat CV semenarik mungkin, berkesan PeDe, passion yang kamu punya, jujur namun berkesan profesional. Begitu juga dengan application letter jika diperlukan. Ajukan lamaran ke beberapa perusahaan. Jangan hanya satu perusahaan. Cari cadangan-cadangan perusahaan yang kita inginkan untuk Job Training kalau saja tidak dapat di perusahaan pilihan utama. Perdalam ilmu PR karena pasti dipakai dan diterapkan. Paling penting adalah tentukan target mau bulan apa Job Training-nya dan jangan cepat menyerah jika belum dapat tempat yang sesuai. Terus dicari. Goodluck. PR, yes we are.”
Berbeda, dengan Dini dan pengalaman Job Trainingnya, kali ini pengalaman sebagai Public Relations Officer dibagi dari Rayi Adipitaryana Diredja yang akrab dipanggil Mas Rayi. Mas Rayi yang berasal dari angkatan 2004 ini lulus pada Juni 2008. Mas Rayi telah 10 bulan bekerja di bidang PR yaitu di PT Honda Prospect Motor. PT Honda Prospect Motor merupakan agen tunggal pemegang merek Honda mobil di Indonesia. Mas Rayi bekerja di Departemen Corporate Communication di subseksi Below the Line Strategy Marketing. Tanggung jawab subseksi ini adalah bertanggung jawab atas semua event yg berkaitan dengan image building Honda maupun produk-produk dari Honda itu sendiri termasuk juga CSR.
Menurut Mas Rayi, apa yang dipelajari di kuliah benar-benar teraplikasi di dunia kerja. Seperti Marketing PR atau Below the Line Strategy Marketing. Aplikasi yang banyak diintegrasikan dengan Ilmu Ekonomi khususnya marketing ini dipantau langsung oleh jajaran direksi termasuk presiden direksi dari Jepang karena letak Departemen Corporate Communication yang berada di Top Management.
Pelaksanaan event-event PT Honda Prospect Motor, Below the Line staff dibantu oleh agency. Walaupun dibantu agency, Below The Line staff juga harus turun langsung untuk supervisi ketika implementasi event. Karena bagi agency parameter keberhasilannya adalah event ramai dan tidak ada masalah. Sedangkan bagi Honda tidak hanya itu. Pesan yang ingin disampaikan kepada publik harus sampai. Mulai konsep hingga implementasi ditangani oleh Below The Line staff yang hanya berjumlah 2 orang. Hal ini yang sering membuat Mas Rayi sangat lelah dan merasa waktu untuk keluarga agak terganggu.
Ketika awal bekerja, Mas Rayi mengaku culture shock karena harus bekerja dengan orang Jepang. Mas Rayi mengakui bahwa atasan Mas Rayi mempunyai passion yang kurang terhadap PR. Akibatnya, setiap kegiatan PR harus ditolak ukur dengan peningkatan penjualan dalam jangka pendek. Padahal, untuk mengukur suatu efektivitas suatu kegiatan PR butuh waktu. Untungnya, Direktur Marketing paham dengan PR. Sehingga divisi Mas Rayi seringkali dibantu beliau.
Pesan Mas Rayi untuk kita adalah :
“Pengalaman organisasi harus ada karena akan terlihat bedanya karyawan yang eks organisatoris dan yg non organisatoris. Perbedaannya terletak pada pola pikir dan cara bertindak dalam mengambil keputusan. Bahasa asing khususnya bahasa inggris harus dikuasai. FACT FINDING sangat diperlukan dan diperhatikan. Sukses!!”
Ready for Challenge, guys?
Fenomena Cyber Public Relations
Apr 16th
FENOMENA CYBER PUBLIC RELATIONS
Oleh : Welly Fitra
Divisi Litbang 2O09-2O10
Penemuan dan inovasi dalam bidang teknologi saat ini sudah sangat pesat. Hal ini tentu saja mempengaruhi banyak hal. Sebut saja peredaran informasi. Kemajuan teknologi saat ini membuat peredaran informasi menjadi semakin cepat dan mudah. Seperti teknologi internet, hanya dengan membuka suatu situs tertentu, atau mengikuti milis dari Group tertentu, maka segala informasi dapat kita akses dengan mudah, tanpa ada batasan ruang dan waktu. Dan kita sebagai masyarakat sadar teknologi mau tidak mau harus selalu mengikuti segala perkembangan yang terjadi agar tidak menjadi orang yang tertinggal atas informasi.
Fenomena dunia internet atau cyber ini juga mempengaruhi dunia Public Relations didalam sebuah korporat. Sehingga muncul lah istilah Cyber Public Relations atau E-PR. Secara harfiah, mungkin E-PR ini diartikan sebagai kegiatan Public Reations yang dilakukan menggunakan media internet atau secara cyber. Namun, Cyber PR ini sendiri berarti kegiatan kehumasan (PR) yang dilakukan dengan sarana media elektronik internet atau cyber dalam membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan (trust), pemahaman, citra perusahaan atau organisasi kepada publik atau khalayak dan dapat dilakukan secara one to one communication dan bersifat interaktif.
Dengan kegiatan yang dilakukan Cyber PR ini, kita dapat melewati batas penghalang baik ruang ataupun waktu dalam kegiatan kehumasan kita. Sebut saja menyampaikan pesat korporat kepada publik yang menjadi target, tanpa harus melakukan Media Relations yaitu dengan memanfaatkan media massa.
Ataupun melakukan Press Conference melalui fasilitas Video Conference. Hal ini tentu saja memudahkan kita sebagai calon praktisi untuk melaksanakan tools of Public Relations tanpa harus direpotkan oleh persiapan yang lama ataupun biaya yang mahal. Semua dapat dengan mudah dilakukan melalui media cyber.
Ditambah lagi, untuk biayanya sendiri tergolong murah. Korporat tidak perlu menyewa Advertising Agency untuk sarana pembuatan iklan atau meminta bantuan Stasiun Televisi untuk melakukan Press Conference.
Namun, pada dasarnya tujuan dari kegiatan Public Relations ini sendiri adalah untuk membentuk dan mengembangkan opini publik yang positif terhadap korporat. Dan cyber PR merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari, mengingat publik pun mengikuti perkembangan zaman yang semakin luas dan tidak terbatas.
Namun, apakah kita sudah siap dalam menghadapi fenomena cyber ini sendiri? Jawabannya ada ditangan kita, apakah perkembangan zaman hanya akan kita lihat dan nikmati sebagai fenomena tanpa ikut berpartisipasi didalamnya? Semuanya tergantung kita sebagai penerus bangsa.
KKNM: Humas Back to Nature
Apr 16th
KKNM UNPAD 2009 :
Humas Back to Nature
Oleh : Yogi Ambara Wijaya
Humas, lebih spesifiknya Jurusan Hubungan Masyarakat FIKOM UNPAD sudah sangat identik dengan hedonisme khas anak muda perkotaan zaman sekarang. Segala bentuk kemewahan selalu melekat pada jurusan ini. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa UNPAD 2009 (gelombang 2) merubah segala image diatas.
Anak-anak Humas angkatan 2006 dipaksa meninggalkan sejenak predikat anak gaulnya. Mereka harus terjun langsung ke pelosok-pelosok desa antah berantah di beberapa Kabupaten di Jawa Barat seperti Tasik, Garut, Kabupaten Bandung, dan lain-lain. Merasakan kembali alam hijau yang asri dan jauh dari tekhnologi.
Kurang lebih 40 hari, anak-anak Humas harus merasa seperti diungsikan dari peradaban yang mereka biasa jalani. Terisolir dari kemajuan zaman yang biasa menyapa mereka. Tidur di tempat seadanya, tempat mandi yang alakadarnya, sinyal yang timbul tenggelam, sampai makanan yang tidak sesuai dengan kehendak perut.
180 derajat berbanding terbalik dengan keseharian anak-anak Humas kebanyakan. Namun jika diresapi lebih dalam. KKNM gelombang 2 bukan sekedar kewajiban, tapi pengalaman dan tantangan. Kita, generasi muda sudah terlalu terbuai dengan kemudahan khas ibu kota. Bukannya bersyukur, banyak dari kita yang malah menuntut lebih.
Di saat KKNM, kita bisa merasakan realitas kehidupan di Indonesia yang sangat merakyat. Disini kita ditempa untuk menghargai apa yang telah kita dapatkan saat ini. Pelajaran hidup yang tidak dapat dibeli dengan materi.
Bahwa pada dasarnya, manusia itu sama. Dengan segala keterbatasannya, orang-orang di desa tersebut masih bisa hidup bahagia. Sementara kita yang telah dimanjakan kemewahan selalu mengeluh kekurangan. Seberapa egoisnya pola pikir generasi muda perkotaan.
Tentang output dari KKNM gelombang 2 tersebut tidak terlalu penting untuk saya. Karena saya menganggapnya hanya sebuah formalitas dari birokrat universitas. KKNM gelombang 2 telah menyadarkan kita tentang menjadi manusia sosial.yang seutuhnya.
Sebuah anjuran yang baik bagi angkatan 2007 untuk mengikuti KKNM gelombang 2. Menurut penuturan beberapa teman saya, gelombang 2 jauh lebih asik dan bermakna dibanding gelombang 1 dan 3. Tapi jangan sampai lengah untuk mendaftar online. Alamat menyesal satu semester jika kalian melupakannya.



