Archive for April, 2010
Mubes adalah Akhir dan Awal
Apr 21st
“Mubes adalah Akhir, namun Awal untuk Periode Baru”
Oleh : Fadilla R
Tepat tanggal 17 April 2010, 17 orang hebat di Kepengurusan Hima 2009-2010 mempertanggung jawabkan 103 program kerja (proker) Hima Humas selama satu tahun. Bertempat di Ruang Oemi, Musyawarah Besar (Mubes) itu dimulai sekitar pukul 9 malam—mundur 5 jam dari waktu yang dipublikasikan—. Dalam Ruang Oemi, selain angkatan 2006, hadir alumni (diantaranya Rayi& Putra-Kahim&Wakahim 2007-2008, Hafidz&Andes-Kahim&Wakahim 2008-2009), angkatan 2007, dan angkatan 2008 yang sebagian besar adalah panitia Ad Hoc.
Mubes diawali dengan pembacaan tata tertib Mubes oleh panitia Ad Hoc. Setelah itu, dilanjutkan dengan pelaporan program kerja yang sudah terlaksana, dan kemudian sesi tanya jawab. Ketika sesi tanya jawab dimulai, Hafidz meragukan untuk melakukan penilaian terhadap GBHK dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Hima Humas periode 2009-2010. Keraguan ini muncul karena tidak lengkapnya bukti otentik terlaksananya program kerja yang disertakan dalam LPJ. Namun, Pengurus Inti bersikukuh meneruskan Mubes dengan LPJ apa adanya. Siap dan menerima apapun penilaian untuk proker Hima Humas.
Latar Pendidikan bukan Penentu Kesuksesan
Apr 16th
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN BUKAN PENENTU KESUKSESAN
Oleh : Afif Luthfi
Anda mungkin pernah menolak suatu peluang karena latar pendidikan yang tidak cocok. Atau mungkin Anda pernah merasa pantas gagal karena bidang yang Anda geluti berbeda dengan bidang studi ? Siapapun yang merasa bahwa latar belakang adalah penentu kesuksesan sebaiknya belajar dari orang-orang ini:
Trend Baru Dunia Public Relations
Apr 16th
Situs Jejaring Sosial, Trend Baru Dunia Public Relations
Oleh : Bagian Komunitas PR
Dunia komunikasi dan Public Relations (PR) khususnya kini dikejutkan dengan kekuatan sebuah media online baru bernama situs jejaring sosial. Kian terbiasanya masyarakat dengan internet, ditambah berbagai kemudahan yang diberikan situs jejaring melalui fitur-fiturnya membuat situs jejaring sosial menjadi semakin populer di masyarakat. Kini situs jejaring sosial tidak hanya milik golongan tertentu, tapi telah mewabah ke seluruh elemen masyarakat.
Kehadiran situs jejaring sosial kian menambah kerja praktisi PR. Tentu kita masih ingat tentang dukungan masyarakat Indonesia terhadap Prita melalui situs jejaring sosial facebook. Bahkan kabarnya Barack Obama “memasarkan” dirinya melalui berbagai macam situs jejaring sosial dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat. Gelombang dukungan tersebutlah yang perlu dimanfaatkan berikut juga diwaspadai oleh praktisi PR.
Sekarang, konsumen bebas “berteriak” tentang kebaikan atau malah keburukan sebuah produk atau brand di situs jejaring sosial.. Konsumen yang bergabung di media sosial tidak butuh bahasa yang manis dan formal ala siaran pers. Yang mereka butuhkan adalah juru bicara perusahaan yang mengerti kebutuhan mereka dan sekaligus merespon keluhan mereka secepat mungkin bahkan secara langsung kalau memungkinkan.. Tentu saja, ini bukan pekerjaan mudah. Apalagi praktisi PR wajib “berbicara” sesuai brand personality yang diwakilinya.
Dengan adanya situs jejaring sosial ini, Public Relations tidak lagi bisa menggunakan cara konvensional dengan menutupi keburukan dan memolesi citra suatu perusahaan, mengadakan jumpa pers dengan wartawan. Atau dengan membuat iklan yang sangat banyak di media-media cetak.
Saat ini citra yang praktisi PR coba bangun dengan cara konvensioanal akan segera terhapus dengan beredarnya komentar, cerita, ataupun sharing pengguna dengan pengguna lainnya dalam suatu situs jejaring sosial. PR harus menggunakan media sosial baru ini sebagai wadah atau alat yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada publiknya.
Pada prinsipnya, kini PR harus menyadari pentingnya partisipasi dalam dialog yang berjalan dalam jaringan-jaringan komunitas di dunia. Peluang baru PR di masa depan perlu dikembangkan dengan memperhatikan perkembangan komunitas pengamat industri melalui media online.
.
Aktivitas PR Hard Rock Hotel Bali
Apr 16th
Aktivitas Public Relations Hard Rock Hotel Bali
Oleh : Devanty Puri Kencana Sari
Bagian Kemahasiswaan dan Advokasi
Hard Rock Hotel Bali merupakan anak cabang pertama dari Hard Rock Hotel international di kawasan Asia. Salah satu hotel bintang lima yang bertaraf internasional. Lokasinyastrategis yaitu dekat dengan Pantai Kuta serta pusat entertainment dan belanja di seputaran Kuta. Ditambah design bangunan yang menarik membuat Hard Rock Hotel Bali masuk dalam jajaran hotel megah dan mewah di Bali.
Hard Rock Hotel terkenal akan koleksi memorabilianya. Memorabilia dari para artis yang memiliki pengaruh dalam perkembangan musik di dunia ini sangat menarik untuk dinikmati. Bukan hanya sebagai pajangan tapi juga sebagai sebuah penghargaan bagi Hard Rock sendiri, sebagai satu-satunya hotel yang memiliki memorabilia terbanyak yaitu hampir 7000 memorabilia dari seluruh dunia.
Tentu saja tidak mudah untuk memiliki reputasi dan brand image yang baik hingga sekarang. Semua itu merupakan hasil kerja Public Relations Hard Rock Hotel. Untuk membangun dan mempertahankan apa yang telah Hard Rock punya sebagai sebuah hotel internasional. Untuk mempertahankan itu semua Hard Rock Hotel telah memiliki standar internasional yang tentunya diikuti pula oleh Hard Hork Hotel di Bali. Mulai dari pembuatan design template untuk semua media publikasi seperti pada brosur, katalog, design web harus sesuai dengan standar internasional yang telah disepakai oleh seluruh Hotel Hard Rock diseluruh negara.
“Kita harus menyesuaikan dan menggunakan design standar yang telah ditetapkan jadi setiap Hotel Hard Rock di tiap negara sama design-nya.” kata Aulianty Fellina Rizal (Olie), Marketing Communications Manager Hard Rock Hotel Bali.
Tidak hanya dalam hal design, seorang Marketing Communications Hard Rock Hotel juga merancang program Hard Rock Hotel dalam setahun kedepan baik acara yang yang bersifat entertainment maupun kegiatan sosial yang merupakan bentuk tanggung jawab soial atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari Hard Rock Hotel kepada para publiknya. Pada bulan Mei 2010 Hard Rock akan menyelenggarakan event CSR-nya, yaitu : “ Blood Donations To Red Cross Indonesia” dan “Clean Up The World Day” yang biasanya membersihkan sampah-sampah di pesisir pantai Kuta.
Ternyata sebuah hotel internasional yang kita lihat sebagai hotel yang penuh dengan musik dan entertainment ini tetap mengedepankan sikap sosialnya melalui kegiatan-kegiatannya. Divisi Marketing Communications Hard Rock Hotel Bali meyakini program CSR sebagai investasi sosial Hard Rock Hotel juga untuk menjaga keharmonisan diantara para publiknya.
Untuk urusan entertainment, Hard Rock Hotel Bali memang jagonya, dapat dilihat dari deretan gambar-gambar atau foto-foto para pemusik dan design hotel-hotel Hard Rock negara lain yang menghiasi dinding-dinding Hard Rock Hotel Bali . Hal ini merupakan salah satu selling point yang dirancang Hard Rock Hotel. Sebagai tempat untuk beristirahat sekaligus menjadi one stop entertainment yang dapat memanjakan pengunjungnya ketika bermalam di Hard Rock Hotel. Atmosfer inilah yang harus dikelola oleh Marketing Communications sebagai ujung tombak dari Hard Rock Hotel.



