Tracking Sejarah PRO
Apr 21st
Pada saat angkatan 1995 mengospek angkatan 1996, format ospek saat itu standar, rangkaian seminar ditutup oleh malam alumni. Ospek dilakukan selama weekend. Namun saat itu konsepnya belum jelas. Apabila saat ini konsep simulasi saat malam alumni adalah simulasi konsultan PR, sementara saat itu konsep simulasinya adalah simulasi EO di mana ada berbagai pos seperti perizinan, sponsor, dan lain – lain. Pada akhirnya, dalam konsep tersebut mahasiswa baru harus menyusun sebuah proposal event untuk dipresentasikan pada alumni. Saat itu Pak Sani merasa kesal karena proposal event yang mereka presentasikan dihina oleh alumni yang sebenarnya dianggap kurang kompeten dalam hal event organizing sementara Pak Sani sudah berpengalaman dalam bidang event sejak SMA. Kekesalan ini membuat Pak Sani yang saat itu menjabat sebagai ketua angkatan 1996 walk-out dari malam dewa dan diikuti oleh teman – temannya. Walaupun akhirnya beliau berhasil dibujuk dan pelantikan tetap berlanjut, namun kejadian tersebut cukup menghebohkan. Namun sayangnya, konsep ospek yang sama masih digunakan hingga saat angkatan 1997 meng-ospek angkatan 1998 karena saat itu belum terpikir adanya inisiatif untuk mengubah konsep. Pada tahun – tahun inipun ketidakpuasan pada konsep ospek terjadi namun tidak sampai menimbulkan walk-out. Selanjutnya, pada saat Pak Sani selesai menjabat sebagai ketua Himpunan pada tahun 1999, beliau menemukan beberapa faktor yang membuat Hima Humas kurang diminati. Antara lain, satu, lamanya jenjang regenerasi karena penjurusan yang lama sehingga mahasiswa banyak sudah aktif pada organisasi lain, kedua, faktor lemahnya konsep ospek yang tidak bisa memunculkan kebanggan sebagai anggota Hima Humas. Berangkat dari informasi tersebut, pada tahun 2001, pada saat angkatan 1998 menjadi pengurus Himpunan dan akan mengospek angkatan 1999, Pak Sani menghimbau 1998 untuk mengubah konsep ospek jurusan humas. Setelah adanya kesepakatan dengan angkatan 1998 mengenai perubahan ini, barulah dicari suatu konsep baru. Saat itu, inspirasi datang dari konsep Ospek jurusan Jurnalistik yang mengusung simulasi kantor berita “Warta Biru”, konsep ini dianggap dapat membuat pesertanya merasa telah terjun ke dalam dunia jurnalistik sehingga memunculkan kebanggaan dan kepuasan. Dari inspirasi ini, disimpulkan bahwa konsep ospek yang baru harus dapat mengenalkan pesertanya kepada dunia PR, dan konsep EO tidak memungkinkan lagi mengingat bahwa Event hanyalah salah satu dari tools PR yang ada dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa peserta Ospek mungkin sudah lebih kompeten dalam membuat event. Jelas solusi yang dibutuhkan adalah suatu konsep yang tidak hanya mampu mengenalkan dunia PR namun juga harus lebih dikuasai oleh para senior dibandingkan para mahasiswa baru, dari pemikiran ini maka muncullah konsep simulasi Konsultan Public Relations. Konsep konsultan ini juga terinspirasi oleh pengalaman Pak Sani saat Job-Training di mana saat itu kantor tempat Job Trainingnya bekerja sama dengan konsultan PR untuk melakukan Image Building. Untuk menguatkan konsep ini, dilakukan konsultasi dengan mahasiswa yang sempat melakukan job training di Konsultan PR mengenai sistematika pekerjaan di dalam sebuah Konsultan PR.
Dari konsep ini disusunlah konten – konten yang akan diberikan dalam Ospek Jurusan. Sebelum dilakukan simulasi, mahasiswa baru harus diberi pembekalan materi terlebih dahulu. Tema – tema materi yang diberikan adalah :
- Review History, Present, and Future of PR
- Strategic Public Relations and Crisis Management
- Tools of Public Relations
- Trend in Public Relations
Setelah dilakukan pembekalan mengenai materi – materi ini, baru dilakukan penutupan dalam bentuk simulasi. Simulasi saat itu cukup simpel dan hanya membutuhkan waktu tiga hari dan dua malam. Hari pertama dimanfaatkan untuk fact finding ke klien, hari kedua mulai dimanfaatkan untuk melakukan planning dan membuat sebuah dummy tools PR yang akan digunakan seperti misalnya poster atau proposal. Setiap kelompok ini dibimbing oleh supervisor, mahasiswa adalah new associate, panitia adalah middle executive, dan senior berperan sebagai senior associate yang merupakan pengendali mutu produk sebelum diserahkan kepada klien. Setelah ada presentasi pada senior associate, mahasiswa akan diberi masukan yang menjadi bahan untuk revisi yang diselesaikan mahasiswa baru hingga pagi. Salah satu elemen penting dari konsep Senior Associate ini adalah untuk menjamin kredibilitas edukasi yang disampaikan kepada mahasiwa baru sehingga senior – senior yang menjadi Senior Associate ini pun mau tidak mau harus menjaga kredibilitas mereka dengan menunjukkan kompetensi mereka dalam bidang PR. Simulasi ini akan ditutup oleh closing yang dramatis dan teatrikal agar meninggalkan kesan yang mendalam sehingga mereka termotivasi untuk lebih mendalami tentang dunia PR melalui Himpunan.
Saat ini, walaupun konsep dasar ini masih tetap digunakan, namun telah banyak dilakukan improvisasi yang melenceng dari konsep awal di mana kepanitiaan menjadi terlalu “gemuk” secara struktur sehingga terkadang menjadi kontraproduktif. Namun ada juga improvisasi yang menimbulkan perubahan positif kepada konsep PRO seperti adanya klien – klien yang real dan memiliki proximity dengan mahasiswa, jangan hanya mengandalkan klien yang besar secara nama namun tidak memungkinkan ada interaksi antara mahasiswa dengan klien yang justru akan membangun kreativitas dan kemampuan mahasiswa baru secara riil.
Maroon Gathering Hima Humas IV
Apr 13th
Awal April lalu, Divisi Internal Hima Humas kembali mengadakan Maroon Gathering yang keempat di selasar gedung 2 kampus Fikom Unpad jatinangor. Maroon Gathering sendiri merupakan acara pertemuan khusus rutin yang bertujuan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sesama internal Hima Humas. Adapun konten acara Maroon Gathering tersebut diantaranya Maroon Acooustic, makan tumpeng bersama, dan pengumuman pemenang PR Olimpiade,
Acara yang tepatnya diadakan tanggal 2 April pada pukul 16.00 WIB ini berlangsung dengan santai tapi ramai. Meskipun dengan fasilitas yang sederhana, Maroon Accoustic dapat membawa suasana gathering lebih hangat. Canda tawa yang tercipta merupakan bukti kebahagiaan keluarga Hima Humas dapat berkumpul bersama di sore hari itu.
Pada pengumuman PR Olimpiade, tersebutlah grup Old Star yang berhasil menjadi Juara 1 Kompetisi Futsal. Dilanjutkan dengan angkatan Humas 2008 yang menjadi pemenang kompetisi basket dan bulu tangkis, kelas Humas D 2010 yang berhasil meraih juara kompetisi PES, dan Humas A 2009 yang meraih juara kompetisi billiard. Angkatan Humas 2008 akhirnya keluar sebagai juara umum pada PR Olimpiade tahun 2012.
Acara Maroon Gathering ini diakhiri dengan foto bersama seluruh anggota kepengurusan Hima Humas Fikom Unpad periode 2011-2012. Hujan di senja hari yang turun setelahnya menutup kebersamaan Marooners dan memeluk kebahagiaan mereka bersama.(Citra Wulandary)
Public Relations dan Iklan
Apr 12th
Pada umumnya setiap perusahaan selalu ingin mencapai sukses dalam bidang usahanya, dalam arti selalu berusaha agar kelangsungan hidup usahanya tetap berhasil. Keadaan tersebut dapat tercapai atau terjadi apabila perusahaan berhasil memasarkan produk yang dihasilkan dengan baik. Public relations dan iklan adalah alat yang sering digunakan untuk mencapai keberhasilan dalam pemasaran produk. Iklan dan public relations adalah alat yang berbeda namun saling berkorelasional. Sebenarnya iklan dan public relations memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu sama-sama ingin memperkenalkan produk dari sebuah perusahaan. Selain itu, iklan dan public relations sama-sama menggunakan orang ketiga. Namun bedanya, orang ketiga dalam public relations sengaja diciptakan sebagai penyampai utama, sedangkan orang ketiga dalam iklan cenderung dijadikan sebagai pemberi testimoni.
Baik iklan dan public relations sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan dari iklan adalah memiliki jangkauan yang luas karena iklan selalu berada di media massa yang ditribusinya sangat luas. Selain itu, iklan juga memiliki pesan yang dapat lebih terkontrol karena pemasang iklan membeli space di media massa. Kelebihan lain dari iklan adalah penyampaian pesan yang dikembangkan melalui kreativitas yang menggugah. Sedangkan kelebihan dari public relations adalah kredibilitas pesan yang lebih kuat, biaya yang relatif lebih rendah karena tidak harus membeli space di media massa, dan keterampilan penyampaian pesan yang dikembangkan melalui simulasi di lingkungan sosial.
Selain kelebihan, tentunya iklan dan public relations memiliki kelemahan. Kelemahan dari iklan, yaitu kredibilitas pesan yang lebih rendah dan alokasi anggaran yang lebih besar karena membeli space di media massa, baik above the line ataupun below the line. Sedangkan kelemahan dari public relations adalah proses penciptaan kredibilitas yang membutuhkan waktu lebih lama karena pesan harus dibangun berdasarkan keyakinan. Dari kelebihan dan kelemahan tersebut, tampak adanya fungsi yang saling melengkapi antara iklan dan public relations. Maka, kombinasi dari kedua hal tersebut merupakan pilihan yang tepat demi mencapai tujuan yang sama.
Banyak anggapan atau opini yang mengartikan iklan adalah strategi jangka pendek untuk memasarkan produk dan public relations adalah strategi jangka panjangnya. Bagi perusahaan memilih iklan atau menggunakan public relations adalah suatu pilihan yang didasarkan strategi dan kebutuhan masing – masing perusahaan. Contoh perusahaan – perusahaan yang menggunakan public relations dalam menyelesaikan suatu isu negatif atau menciptkan branding produk adalah oli Top 1 yang menyelesaikan isu negatif yang menimpa Top1 menggunakan online PR dengan menciptakan web khusus yang difungsikan untuk menciptakan komunikasi dua arah pada konsumen dan menciptakan image positif dengan menampilkan publikasi – publikasi yang membantu para pengendara motor dan mobil dalam merawat kendaraannya. Ada juga perusahaan Toyota Astra Motor yang membangun komunikasi horisontal di Facebook dengan membuat account Yaris Groovynations dan menyelenggarakan program Yaris Grooviest Moment Celebration, yang men-tag foto bersama mobil Yaris. Strategi online PR di era sekarang adalah strategi yang ramai dipakai banyak perusahaan dan konsultan PR.
Dalam paragraf pertama dituliskan bahwa iklan dan public relations memiliki sebuah korelasionalitas. Dalam hampir setiap iklan pastinya akan menampilkan nama produk dan perusahaan, gaya, simbol – simbol dan teknik persuasi lainnya yang pada dasarnya hal tersebut termasuk dalam kegiatan public relations. Menciptakan sebuah positioning dan awareness produk pada publik adalah tujuan dari kegiatan public relations dan iklan dapat menjadi sarana tersebut.
Sebuah pemasaran yang efektif adalah yang dapat mengkombinasikan public relations dan iklan dengan kreatif, pintar, dan tepat sasaran.
Penulis
Demylia Putri
Markus Hasiholan
Maroon Gathering
Mar 31st
Hai Marooners! Penasaran sama hasil PR Olimpiade kemaren ini kan? Mau tau pengumumannya?
Ayo datang dan ramaikan Maroon Gathering, pada:
Hari: senin, 2 April 2012
Tempat: Belakang gedung 2 Fikom Unpad
Pukul: 15.30
Akan ada pengumuman pemenang pr olimpiade, maroon coustic, makan bersama dan foto kepengurusan 2011-2012.
Jangan sampai kelewatan moment kebersamaan ini ya Marooners :D
For free!



